Tak Puas Dwell Time Turun, Luhut: Biaya Logistik Masih Tinggi

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan menyatakan angka dwell time atau waktu bongkar muat untuk peti kemas di pelabuhan di Indonesia saat ini sudah membaik dibanding beberapa tahun lalu. Namun demikian, ia mengatakan biaya logistik di pelabuhan tetap tidak efisien.

"Dwell time memang berhasil diturunkan tiga hari sekian. Tapi saya pribadi belum puas, karena ternyata kami cek, cost-nya masih tinggi. Jadi sepertinya ada permainan di situ. Sekarang saya sedang minta cost ini supaya diturunkan dengan melihat structure cost," katanya di Ruang Banggar DPR RI, Jakarta, Rabu (14/6/2017).

Menurutnya, turunnya angka dwell time di pelabuhan tak diikuti oleh turunnya biaya bongkar muat di pelabuhan. Hal tersebut membuat fungsi turunnya angka dwell time tidak berjalan sebagaimana mestinya. 

"Kita pikir dwell time turun, lantas cost turun. Tidak begitu juga. Jadi mereka enggak mau keluar dari comfort zone kayaknya. Orang menikmati ketidakteraturan, di situlah jadi bisa macam-macam. Tapi kita tahu juga lah, masa untungnya enggak ada. Tapi kalau untungnya keterlaluan, itu enggak bener juga," ujar Luhut.

Untuk itu, Luhut mengaku telah berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait yang membawahi operator pelabuhan-pelabuhan di Indonesia agar terus mengawasi hal ini. Pasalnya, inefisiensi selama ini diketahui paling banyak terjadi di pelabuhan, yang pada ujungnya membuat barang-barang di masyarakat semakin mahal.

"Habis Lebaran saya minta Pelindo harus lapor. Saya sudah bilang Bu Rini (Menteri BUMN), kalau macam-macam, ganti saja. We have to make choice. Kalau kita masih punya idealisme, perbaikan harus didisiplinkan. Painful, enggak ada pilihan lain," pungkasnya.

Seperti diketahui, penurunan dwell time bertujuan agar alur logistik menjadi lancar dan mampu menurunkan biaya yang selama ini dianggap mencekik kalangan dunia usaha, khususnya pelaku ekspor impor.

Namun penurunan biaya logistik yang diharapkan bisa saja tak terealisasi, apabila proses pemeriksaan barang masih memakan waktu.





(Sumber: Detik Finance)