Pemerintah Tawarkan Proyek Infrastruktur Rp 217 Triliun ke China

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menawarkan berbagai proyek infrastruktur yang ada di Indonesia saat melakukan promosi investasi di China. Bersama Kedutaan Besar republik Indonesia di Beijing, penawaran tersebut dilakukan dalam roadshow di Beijing dan Tianjin, China.

Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM, Tamba Hutapea, mengatakan proyek yang ditawarkan kepada investor antara lain Pelabuhan Kuala Tanjung dan Integrated Tourism Projects Danau Toba di Sumatera Utara dan Pelabuhan Bitung di Sulawesi Utara.

Selain itu, ada 15 proyek pembangkit listrik, 5 proyek jalan tol, dan 5 proyek dengan skema pembiayaan Non-APBN /PINA (Skema Business-to-Business) yang ditawarkan kepada investor.

“Jadi nilai proyek yang ditawarkan mencapai Rp 217 triliun terdiri dari proyek jalan tol sebesar Rp 42 triliun, proyek pelabuhan laut senilai Rp 60 triliun, pembangkit listrik Rp 100 triliun dan proyek integrated tourism resort sebesar Rp 15 triliun,” kata Tamba melalui siaran pers, Jum’at (28/7).

Adapun delegasi yang ikut dalam acara tersebut antara lain pejabat dari Kemenko Bidang Perekonomian, Kementerian ESDM, KPPIP, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia, PT PLN, dan Badan Pengembangan Otorita Danau Toba (BPODT).
Tamba mengatakan China dipilih menjadi negara tempat pelaksanaan roadshow promosi investasi infrastruktur karena tingginya minat dari para pelaku bisnis bidang infrastruktur dari China.

“Bentuk pembiayaan infrastruktur yang didorong pemerintah adalah Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Selain itu, proyek-proyek infrastruktur dapat juga ditawarkan kepada para investor dengan skema pembiayaan infrastruktur Non APBN (B-to-B),” ujarnya.

Kegiatan promosi investasi di Beijing juga bekerja sama dengan China Export & Kredit Insurance Corporation (Sinosure). Perusahaan BUMN China ini yang bertugas memberikan asuransi ekspor dan kredit kepada para pengusaha China yang berinvestasi di luar negeri, termasuk Indonesia.

Acara di Beijing dihadiri oleh 273 peserta dari 155 perusahaan terkemuka di China. Sedangkan di Tianjin acara dihadiri 55 peserta dari 22 perusahaan besar di Tianjin.

Vice President Sinosure Zha Weimin mengatakan acara ini sangat diminati perusahaan-perusahaan China karena menampilkan peluang investasi pada proyek-proyek riil. “Hal ini terlihat dari tingginya jumlah peserta yang hadir,” katanya.
Adapun berdasarkan data BKPM, China merupakan salah satu kontributor utama realisasi investasi. Periode Januari-Juni 2017, China berada di peringkat tiga dengan nilai investasi mencapai 2 miliar dolar AS.

Posisi China di bawah Singapura dengan realisasi 3,7 miliar dolar AS dan Jepang 2,8 miliar dolar AS. Sementara Hongkong tercatat nilai investasinya di Indonesia mencapai 1 miliar dolar AS dan Amerika Serikat sebesar 1 miliar dolar AS.





(Sumber: www.kumparan.com)