LEBARAN 2017: Angkutan Logistik Diprediksi Naik 30 Persen

Pelaku usaha jasa logistik memprediksi pada Lebaran tahun ini akan ada kenaikan angkutan barang 30%.

Zaldy Ilham Masita, Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) mengatakan umumnya pada Lebaran terjadi kenaikan volume angkutan barang sebanyak 30% dari hari biasa. Oleh sebab itu dia mengimbau kepada pemerintah untuk memberikan aturan pembatasan kendaraan dari tiga bulan sebelumnya agar tidak mengganggu buffer stock.

“Satu bulan sebelum Lebaran itu biasanya sudah mulai peak season untuk logistik,” jelas Zaldy saat dihubungi Bisnis, Selasa (4/4/2017).

Dia menilai aturan pembatasan truk sesungguhnya bukan masalah karena tidak berpengaruh pada kenaikan volume barang. Hal ini dikarenakan pengiriman barang biasanya tidak hanya mengandalkan truk tetapi juga kereta api dan juga kapal laut.

“Makin cepat diumumkan [aturan pembatasan truk] sebenarnya makin bagus jadi bisa mengatur stock di daerah-daerah,” ungkapnya.

Zaldy mengingatkan, agar pemerintah jangan terlalu lama merumuskan jadwal pembatasan truk. Dia memberikan tenggat waktu paling lambat tanggal 15 April 2017 sudah ada keputusan sehingga bisa membantu pelaku usaha jasa logistik. Saat ini, Kementerian Perhubungan baru berencana membatasi angkutan barang truk pengangkut bahan-bahan galian atau tambang hingga 16 hari pada masa angkutan lebaran 2017, tepatnya pada pada H-7 sampai dengan H+7 lebaran.

Sementara, truk dengan jumlah berat yang diizinkan 14 ton lebih dan truk dengan 3 sumbu atau lebih berencana dibatasi selama 9 hari. Sementara truk dengan jumlah berat yang diizinkan (JBI) 14 ton lebih dan truk dengan 3 sumbu atau lebih, ungkapnya, berencana dibatasi dari H-4 sampai dengan H+3.






(Sumber: Bisnis Indonesia)