Kembangkan Layanan Logistik, 2 Anak Usaha BUMN Bersinergi

 Dua anak perusahaan BUMN yakni, PT. Electronic Data Interchange Indonesia (EDII) selaku e-Business Provider dan PT Berdikari Logistik Indonesia kerja sama dan bersinergi mengembangkan bisnis, serta sistem aplikasi terintegrasi untuk memberi pelayanan total logistik kepada pengguna jasa.

Kerja sama itu dilakukan seiring tuntutan semakin cepat dan efisiennya proses bisnis untuk menekan biaya logistik, yang perlu dilakukan oleh penyedia jasa layanan logistik.

PT. EDII merupakan salah satu anak perusahaan Pelindo II, sedangkan PT. Berdikari Logistik Indonesia merupakan anak usaha PT.Berdikari (persero).

Direktur Utama EDII, E Helmi Wantono, mengatakan, pelayanan total logistik tersebut meliputi layanan warehousing, transporting, dan freight forwarding yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Untuk menunjang seluruh aspek tersebut, maka diperlukan suatu layanan yang terintegrasi.

"Bidang teknologi informasi saat ini juga terus mengalami perkembangan dan memungkinkan untuk diimplementasikan dalam mendukung pelaku usaha dalam mempercepat proses bisnis melalui sistem atau aplikasi,” ujar Helmi Wantono, saat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT. EDII dan PT Berdikari Logistik Indonesia, pada hari Senin (7/8/2017) di Kantor Pusat PT EDI Indonesia, Jakarta.

Helmi menambahkan, tujuan dari tercapainya kesepakatan ini juga untuk merealisasikan rencana perusahaan untuk senantiasa melakukan sinergi dengan sesama anak perusahaan BUMN. "Sebagai anak perusahaan BUMN, EDII akan terus berusaha menjalin kerja sama dengan sesama perusahaan dilingkungan BUMN dalam rangka merealisasikan program sinergi antar perusahaan atau anak perusahaan," jelasnya.

Implementasi

Sinergi yang direalisasikan, kata Helmi, adalah proyek implementasi sistem aplikasi e-seal, supply chain management (SCM), e-commerce dan sistem lainnya yang berkaitan dengan bidang logistik. Dalam pelaksanaannya, rencananya implementasi sistem aplikasi tersebut akan dilakukan secara bertahap.

Untuk tahap awal, akan di implementasikan aplikasi e-Seal (elektronik seal) yang digunakan untuk mengamankan kegiatan relokasi barang impor atau over brengen dari terminal peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok ke fasilitas Tempat Penimbunan Sementara (TPS) PT Berdikari.

“Selain itu, aplikasi e-Seal akan di implemetasikan juga untuk keperluan angkutan domestik non kepelabuhanan.” ungkap Helmi.

Dirut PT Berdikari Logistik Indonesia, Agus Subrata, optimistis dengan adanya kerjasama tersebut dan berharap dapat memberikan efisiensi layanan logistik yang bertujuan pada tercapainya kepuasan pelanggan.

PT. Berdikari Logistik Indonesia merupakan anak usaha BUMN yang bergerak dalam bidang logistik, jasa penyelenggaraan tempat penimbunan sementara (TPS), layanan transportasi darat, pergudangan dan layanan antar pulau,

“Kami berkeyakinan dengan terlaksananya kerjasama ini kami akan mampu meningkatkan pelayanan kepada pelanggan-pelanggan dan pengguna jasa kami,” ujarnya.

Agus mengatakan, saat ini rata-rata penggunaan e-Seal pada peti kemas impor untuk kegiatan overbrengen berstatus full container load (FCL) di TPS Berdikari yang ada dikawasan pabean pelabuhan Priok mencapai 1.000-2.000 boks/bulan, sedangkan untuk peti kemas bestatus less than container load (LCL) mencapai rata-rata 1.000 bok/bulan.



(Sumber: Bisnis Indonesia)