Genjot Investasi Sektor Energi, Jonan Pangkas Perizinan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, menyederhanakan perizinan untuk menarik investasi. Banyak perizinan yang dihapus, digabungkan menjadi 1 pintu di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan dibuat online.

"Penyederhanaan perizinan merupakan upaya untuk meningkatkan investasi atau peranan swasta maupun BUMN dalam investasi karena tidak semua bisa dibebankan dalam APBN. Kita mendukung PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) yang dikelola BKPM serta membuat proses perizinan jadi online," kata Jonan dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (14/6/2017).

Berbagai aturan telah diterbitkan Jonan untuk menetapkan perizinan yang lebih ringkas. Contohnya, Permen ESDM 29/2017 untuk sektor migas, Permen ESDM 34/2017 untuk minerba, Permen ESDM 12/2016 untuk ketenagalistrikan, dan Permen ESDM 12/2016 untuk EBT (Energi Baru Terbarukan).

Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM 29/2017, perizinan di sektor migas dipangkas dari awalnya 104 perizinan sebelum 2014, 42 perizinan pada era Sudirman Said, dan menjadi tinggal 6 perizinan saja sekarang. "Di migas kita sederhanakan dari 104, lalu jadi 42 perizinan, sekarang hanya 6 perizinan. Enam itu, 2 terkait hulu dan 4 terkait hilir migas," ucapnya.

Lalu di sektor minerba, 24 persetujuan dihapus, 38 rekomendasi perizinan diintegrasikan menjadi 1 perizinan Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB), 117 perizinan dipangkas hingga tinggal 6 perizinan saja.

"Dari 6 perizinan itu, 2 ditangani ESDM dan 4 sudah dilimpahkan ke BKPM. Yang masih dipegang ESDM hanya IUP (Izin Usaha Pertambangan) dan IUPK (IUP Khusus) karena sangat teknis," terang Jonan.

Di sektor ketenagalistrikan, 10 perizinan sudah dilimpahkan ke PTSP di BKPM. "Yang ditangani ESDM hanya 3 sertifikasi dan 2 rekomendasi karena sangat teknis. Itu pun sudah registrasi secara online," jelas Jonan.

Kemudian di sektor energi baru terbarukan (EBT), 3 dari total 6 perizinan sudah diserahkan ke PTSP di BKPM. Untuk yang non perizinan semula 25 jadi 7, di EBTKE 6 dan 1 di BKPM. Selain disederhanakan, perizinan juga dibuat lebih cepat, pelayanan diperbaiki terus menerus. Jonan bilang, tiap izin ada batas waktu penyelesaiannya selama dokumen lengkap. Batasnya antara 7-15 hari kerja.

"Kalau saya ada, pasti masuk pagi keluar sore. Kayak laundry, one day service," kata Jonan.

Pada 2016 lalu, realisasi investasi di sektor energi mencapai US$ 27 miliar atau Rp 351 triliun. Diharapkan perizinan yang lebih ringkas mampu menarik lebih banyak investor.

"Tahun lalu investasi di sektor migas US$ 10 miliar, listrik US$ 8 miliar, minerba US$ 7 miliar, dan EBT US$ 1,6 miliar. Tahun ini paling tidak kurang lebih sama, saya belum tahu. Memang ada rencana investasi US$ 43 miliar, tari realisasinya belum semua," pungkasnya. 




(Sumber Foto: Berita Satu, Sumber Berita: Detik Finance)