Saat ini, perusahaan pelayaran asal China, COSCO dan Pelabuhan Lianyungang telah menandatangani kontrak untuk mengambilalih 49% hak pengelolaan Khorgos Dry Port di Kazakhstan. Kesepakatan tersebut ditandatangani pada pertemuan Belt and Road summit pada tanggal 15 Mei seperti dikutip dari Forbes.com, Minggu (28/5/2017).

Jalur Khorgos berada di dalam area Khorgos Eastern Gate SEZ dengan luas 600 hektar yang terbilang strategis yang terletak di antara China dan Kazakhstan. Sebelumnya, tempat ini terbilang sangat terpencil dan sulit diakses. Jadi kenapa operator logistik kelautan terbesar di dunia tertarik untuk mengambilalih tempat terpencil ini? 

Jawabannya adalah jalur sutra baru. Sebuah jaringan perdagangan internasional yang merupakan program Belt and Road China. Keterlibatan antara para pemain besar di perusahaan pelayaran China dengan Pelabuhan Kazakhstan menunjukkan sinergi antara program pembangunan infrastruktur Nurly Zhol Kazakhstan dengan Jalur Sutra China.

Jalur masuk Khorgos berhasil memposisikan dirinya sebagai pusat dari jalur sutra China yang baru. Terletak tepat di pusat jaringan rel trans-Eurasia yang menghubungkan langsung 27 kota di China dengan 11 kota di Eropa, barang bergerak dari China untuk dikonsolidasikan dan dikirim ke tempat-tempat tujuan di seantero daratan Eurasia.

Setelah setahun penuh beroperasi, pelabuhan tersebut sudah menangani lebih dari 1/5 dari target mereka di 2020 sebesar 500.000 TEUs per tahun. Dengan adanya kerja sama dengan COSCO dan Pelabuhan Lianyungang diharapkan bisa meningkatkan daya tampung.

Kesepakatan ini sebagai sebuah kemajuan bagi Pelabuhan Khorgos karena tanpa adanya investasi dari pihak lain, jalur sutra yang baru tidak akan menjadi nyata. Investasi demikian yang membuat tempat tersebut menjadi benar-benar hidup.

Pelabuhan Lianyungang merupakan salah satu titik awal dari pusat perdagangan jalur sutra baru yang menghubungkan antara China dan Eropa. Jalur kereta api dan jalan raya antara Eropa bagian barat dan China bagian barat yang tengah berkembang terus berlanjut hingga St. Petersburg, Rusia. Selanjutnya terhubung dengan Khorgos sebelum bergerak ke negara Eropa lainnya. Ini merupakan salah satu pelabuhan besar yang mampu memindahkan 200 juta ton kargo dan 5 juta peti kemas per tahun. KTZ Express, perusahaan logistik Kazakhstan juga ikut terlibat dalam pengoperasian terminal tersebut.

Sementara, COSCO merupakan salah satu raksasa pelayaran dunia dengan memiliki 1.100 kapal memindahkan lebih dari 1,6 juta peti kemas per tahunnya ke 254 pelabuhan di 79 negara. Sebagai perusahaan milik negara atau BUMN, perusahaan tersebut telah menjadi pemain aktif dalam program Belt and Road China.

Presiden China Xi Jinping dalam kebijakan luar negerinya menyetujui langkah tersebut, termasuk pengelolaan Pelabuhan Piraeus di Yunani. Januari ini, COSCO menerima US$ 26,1 miliar dari China Development Bank untuk investasi lebih lanjut dalam program jalur sutra China yang baru.

Langkah Selanjutnya
Melihat DP World, raksasa pelayaran Dubai yang saat ini memberikan masukan ke Khorgos Eastern Gate SEZ yang akhirnya berkomitmen untuk menjadi investor di pelabuhan tersebut. 

Dengan kata lain, langkah ini tidak hanya membuat pelabuhan di jantung Eropa dan Asia tidak hanya menjadi hidup, juga berkembang.





(Sumber: Detik Finance)