Bappenas Tawarkan Proyek Dengan Skema PINA ke Australia

Selain perusahaan pembiayaan asal Jepang, Nomura Investment Banking, Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) akan menawarkan proyek-proyek dengan skema Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA) kepada Australia.

Kepala Bappenas/ Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro mengungkapkan pihaknya akan menawarkan kepada lembaga pengelola aset atau equity financing dari Australia pada minggu depan.

"Sekarang kita mau coba mempromosikan infrastruktrur lebih banyak ke negara-negara yang berpotensi investasi. Kita mulai dengan Australia minggu depan," ujarnya selepas buka puasa di Gedung Bappenas, Jakarta, Rabu (14/6/2017).

Selain Jepang dan Australia, Bappenas juga berencana menawarkan investasi infrastruktur di dalam negeri dengan skema PINA kepada perusahaan equity financing asal Belanda dan Kanada.

Dia melihat negara-negara tersebut sangat kuat dalam pendanaan jangka panjang untuk sektor infrastruktur. Tidak hanya 35 proyek seperti yang sudah ditawarkan kepada Nomura, Bambang menuturkan pihaknya akan menawarkan lebih banyak lagi.

Lebih lanjut, dia menjelaskan skema PINA lebih diutamakan untuk ditawarkan kepada perusahaan equity financing karena skema tersebut dianggap lebih mudah. "PINA bisa langsung dalam bentuk direct participation atau penyertaan modal," tuturnya.

Namun, pemerintah tidak menutup kemungkinan jika investor tertarik masuk melalui skema public private partnership (PPP). Sebelumnya, Kepala Bappenas menawarkan 35 proyek infrastruktur senilai US$30,5 miliar pada Nomura Investment Forum Asia (NIFA) 2017 di Singapura, 6-9 Juni 2017.



(Sumber: Bisnis Indonesia)