Asosiasi Ingin Standar Pelaku Jasa Logistik Meningkat

Asosiasi Logistik Indonesia menginginkan adanya peningkatan standardisasi pelaku usaha logistik di Indonesia dengan dibukanya jasa logistik sebagai cabang keilmuan tingkat strata 1.

Zaldy Ilham Masita, Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) mengatakan, pihaknya mengadakan kerjasama riset logistik dengan RMIT University Australia. Survei khusus masalah SDM ini diharapkan bisa memberikan solusi untuk efisiensi logistik. Riset ini juga bisa mengkaji regulasi-regulasi yang selama ini dilakukan pemerintah apakah dari enam key driver logistik Indonesia ada yang bermasalah.

“Survei di 20 perusahaan, ada lokal ada beberapa multinasional yang ada di Indonesia,” ungkapnya.

Saat ini kondisi SDM Indonesia sangat tertinggal. Untuk training di Indonesia, pesertanya hanya 200 orang per tahun, sedangkan di negara lain jumlah peserta bisa mencapai 2.000 orang per tahun. Dia pun berharap riset ini bisa mendorong adanya training guna standarisasi logistik di Indonesia.

Zaldy menjelaskan, survei atau riset bersama ini bisa membantu menambah jumlah pelaku usaha logistik Indonesia yang masih kalah dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya. Dia pun berharap, pemerintah bisa mendorong terbukanya jurusan logistik pada tingkat strata-1 di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

"Kita berharap lebih banyak universitas-universitas membuka jurusan logistik, lembaga-lembaga pendidikan, dan training-training, sekarang terlalu sedikit," jelasnya.




(Sumber: Bisnis Indonesia)