68% Kapal Sudah Tua, Menhub Minta Pelabuhan Jaga Pelayanan

Guna menunjang operasional bagi kapal-kapal besar di pelabuhan Merak dan Bakauheni. Tiga perusahaan milik negara yakni PT Patra Jasa, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), dan PT PP (Persero) melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak dan Bakauheni.

Berdasarkan catatan, PT ASDP Indonesia Ferry jumlah penumpang dari Jawa ke Sumatera yang melakukan penyeberangan melalui Merak-Bakauheni tercatat 51 ribu per hari dan 10 ribu kendaraan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, hadirnya dermaga eksekutif diproyeksikan akan meningkatkan jumlah penumpang dan kendaraan yang akan melalui Pelabuhan Merak dan sebaliknya. Selain meningkatnya pelayanan dengan hadirnya dermaga eksekutif ini, Budi meminta keamanan dan kualitas kapal yang melayani tetap harus diperhatikan.

"Dari hasil laporan observasi dari pada kegiatan-kegiatan 58 unit, 30 berukuran 50, 28 di bawahnya. Dengan catatan 68% kapal sudah senior. Saya enggak mau mengatakan tahunnya berapa, oleh karenanya baik dan para pemilik kapal di sini kami persilakan untuk memperbesar dan memperbaiki dari segi kualitas dan kuantitas," tuturnya di sela peresmian Groundbreaking Dermaga 6 Eksekutif di Pelabuhan Merak, Sabtu (27/5/2017).

Selain itu, Budi juga mengingatkan, kepada pengelola pelabuhan dalam hal ini ASDP dan para operator kapal untuk terus meningkatkan pelayanan menjaga waktu tempuh kapal sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Seperti terus melakukan pengetatan jadwal operasi killing time for time dan meningkatkan kerja.Pasalnya, dengan memberikan pelayanan yang lebih bagus dapat menumbuhkan dan juga mendorong pengguna.

"Jadi perawatan fasilitas pelabuhan penambahan dermaga sterilisasi pelabuhan menggunakan IP dalam pelayanan tadi disebutkan mengenai ticketing angkut akibat peningkatan," ujarnya.







(Sumber Foto: Antara, Sumber Berita: Okezone)